Kisah Cinta Segitiga Yang Terjadi di Dunia Tanpa Suara

Kisah cinta yang melibatkan Arissa, Kania, dan Ezra menjadi salah satu bagian menarik dalam cerita ini. Ketiganya dipertemukan dalam sebuah situasi yang tidak terduga hingga akhirnya muncul perasaan cinta, persahabatan, sekaligus konflik keluarga.

Arissa (Caitlin Halderman) merupakan seorang penulis perempuan tunarungu dan tunawicara yang aktif mengelola sebuah kanal media sosial bernama “Dunia Tanpa Suara”. Melalui kanal tersebut, Arissa banyak membagikan pengalaman serta sudut pandangnya dalam menjalani kehidupan.

Pertemuan Arissa dengan Ezra

Suatu hari, Arissa berjanji bertemu dengan sahabatnya, Kania (Nasya Marcella), di sebuah kedai teh baru bernama “Teh Yang Bercerita”. Dalam pertemuan tersebut, Kania kemudian mengenalkan Arissa kepada Ezra Iskandar Dinata (Maxime Bouttier). Pertemuan sederhana itu ternyata menjadi awal dari hubungan yang lebih rumit di antara mereka.

Bagi Arissa, Ezra memiliki senyum yang begitu istimewa. Ia bahkan menggambarkan senyum Ezra seperti pelangi yang mampu menghidupkan kembali warna langit setelah hujan. Sementara itu, Ezra justru menyambut Arissa dengan hangat. Ia tidak mempermasalahkan kondisi yang dimiliki Arissa dan tetap memperlakukannya dengan penuh perhatian.

Cinta Segitiga Mulai Tumbuh

Seiring berjalannya waktu, kedekatan antara Arissa dan Ezra semakin terasa. Namun, situasi tersebut ternyata membuat hubungan persahabatan Arissa dan Kania menjadi semakin rumit. Kania ternyata juga memiliki perasaan kepada Ezra. Tanpa disadari, cinta segitiga pun mulai tumbuh di antara Arissa, Kania, dan Ezra.

Kania kemudian meminta Arissa untuk mundur dan memberikan kesempatan kepadanya untuk bersama Ezra. Ia merasa dirinya lebih sempurna karena mampu berbicara dan mendengar, berbeda dengan Arissa yang memiliki keterbatasan tersebut. Arissa yang tidak ingin kehilangan sahabatnya akhirnya memilih untuk menuruti permintaan Kania. Keputusan tersebut membuat Arissa harus mengesampingkan perasaannya sendiri terhadap Ezra.

Alasan Ibu Arissa Melarang Hubungan Mereka

Di tengah persoalan tersebut, muncul pula penolakan dari ibu Arissa (Dian Nitami). Sejak awal, sang ibu memang tidak menyetujui kedekatan antara Arissa dan Ezra.Larangan tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Sang ibu akhirnya mengungkapkan alasan yang selama ini disimpannya.

Ayah Arissa pernah meninggalkan keluarganya karena tidak ingin memiliki anak yang bisu dan tuli. Ia juga tidak sanggup menghadapi cercaan dari keluarga besarnya. Pengalaman pahit tersebut membuat ibu Arissa menjadi sangat khawatir terhadap masa depan putrinya. Ia tidak ingin Arissa kembali mengalami penolakan hanya karena kondisi yang dimilikinya.

Kisah Arissa kemudian berkembang menjadi cerita tentang cinta, persahabatan, penerimaan diri, serta luka keluarga. Di balik keterbatasan yang dimilikinya, Arissa berusaha menunjukkan bahwa seseorang tetap memiliki hak untuk dicintai dan menentukan pilihan dalam hidupnya.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply